RPP dan Silabus

Tutorial

Power Point

Tulis Komentar

Posting Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Masalah Bimbingan Konseling di Sekolah (Kerjasama antar Konselor)

23 November 2009

Pelayanan Bimbingan Konseling merupakan bagian yang integral dari seluruh program pendidikan. Program Bimbingan Konseling membantu tercapainya tujuan pendidikan yaitu perkembangan optimal individu. Dalam pelaksanaan program Bimbingan Konseling yang sudah dibuat, konselor perlu mengadakan kerjasama dengan personil sekolah. Begitu juga sebaliknya, personil sekolah juga perlu melakukan kerjasama dengan konselor. Kerjasama tersebut bertujuan untuk membantu terlaksananya program yang sudah dibuat.

Penyelenggaraan Bimbingan Konseling di sekolah perlu melibatkan pihak-pihak lain misalnya guru. Masalah yang biasanya timbul di sekolah misalnya kesulitan belajar siswa. Konselor maupun guru tidak dapat membantu siswa untuk menyelesaikan masalah tersebut. Konselor di sini bertugas untuk memberi kesadaran siswa melalui proses konseling, sedangkan guru memberi suatu pelajaran materi yang dibutuhkan siswa.
Segala bentuk kerjasama antara guru dan konselor tentunyaakan memberi manfaat bagi siswa. Akan tetapi kenyataannya, sebagian Kepala Sekolah kurang memiliki informasi mengenai pentingnya Bimbingan Konseling di sekolah. Oleh karena itu, penempatan konselor di sekolah tidak sesuai dengan peranannya. Banyak konselor yang ditempatkan dibagian tata tertib sekolah karena dipandang sebagai orang yang hanya bisa memberi hukuman dan nasehat pada siswa. Konselor di sekolah tidak memiliki kewenangan untuk menolak tugas dari Kepala Sekolah, sehingga personil sekolah enggan untuk melakukan kerjasama dengan konselor.

Berdasarkan fenomena yang terjadi, makalah ini akan mengangkat topik tersebut untuk dibahas secara mendalam. Masalah tersebut harus segera diubah agar kerjasama antara konselor dan guru dapat berjalan dengan lancar untuk terlaksananya Bimbingan Konseling pada umumnya dan membantu perkembangan siswa secara optimal pada khususnya.





Bookmark and Share

Read More..

Standar Nasional pendidikan

Satuan pendidikan sekolah secara umum memiliki fungsi sebagai wadah melakukan edukasi, sosialisasi, dan transformasi ilmu pengetahuan bagi siswa atau peserta didik sesuai tujuan pendidikan nasional (TAP No.II/MPR/1998-GBHN). Salah satu tugas pokok sekolah adalah menyiapkan siswa agar dapat mencapai perkembangannya secara optimal, memperoleh pendidikan dan prestasi belajar yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Memiliki daya saing yang kuat dalam berbagai bidang, seperti bidang teknologi, manajemen dan sumberdaya manusia, demi untuk menjadi manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas (Djauhari, 2007: 2).

Persoalan kualitas masih saja menjadi masalah utama pendidikan di Indonesia dan pencapaian pendidikan nasional masih jauh dari harapan. Dan bila membicarakan masalah mutu Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah, salah satu hal yang menjadi sasaran penyebab utama adalah institusi pendidikan. Hasil survei lembaga konsultan dari Hong Kong, The Political and Economic Risk Consultanc (PERC) menyimpulkan, SDM berkualitas rendah karena mutu sistem pendidikan yang rendah (Suara Merdeka, 2004).


Upaya untuk menata pendidikan telah dilakukan melalui terobosan dan inovasi, diantaranya dengan kebijakan otonomi daerah. Setiap kabupaten, sekolah difasilitasi dan diberi kesempatan mengembangkan pendidikan berbasis masyarakat, tetapi tetap mengacu pada standar mutu yang ditetapkan secara nasional (Regina, 2006).

Suatu sekolah dapat dikatakan berkualitas jika lulusannya mampu bersaing dengan lulusan sekolah lainnya. Memiliki manajemen sekolah nasional yang tidak sebatas manajemen administrasi sekolah, tetapi juga proses pembelajaran siswa. Sekolah juga mampu menyediakan segala fasilitas yang menunjang proses pendidikan (Kompas, 2007).

Munculnya konsep Sekolah Standar Nasional (SSN) merupakan tuntutan pasar yang berkembang dan diharapkan mampu menjadi suatu standar pendidikan berkualitas. Sesuai pasal 35 UU Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengamanatkan agar kita memiliki Standar Nasional Pendidikan (SNP). SNP mencakup standar isi, standar proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, dan penilaian pendidikan. SSN diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan standar dan menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang ditetapkan dalam SNP. Oleh karena itu SSN pada dasarnya dapat berfungsi sebagai model, artinya dapat dijadikan model bagaimana menyelenggarakan sekolah sesuai standar pelayanan yang ditetapkan secara nasional (Depdiknas, 2004:3).





Bookmark and Share

Read More..

Menajemen Pendayagunaan Media Pembelajaran

Dalam suatu kegiatan pembelajaran diperlukan suatu media untuk dapat membantu meningkatkan mutu pembelajaran, selain itu juga merangsang motivasi siswa dalam belajar. Dalam hal ini diperlukan media yang sesuai dengan pembelajaran dan membantu guru mengatasi kesulitan dalam proses pembelajaran.

Pengembangan media dan sumber di dalam proses pembelajaran tidak terlepas dengan usaha peningkatan mutu pendidikan tersebut. apabila suatu media pembelajaran dan sumber tidak mengalami perkembangan maka mutu dari pendidikan akan terhambat, selain itu bisa jadi pendidikan tidak berkembang atau stagnasi. maka dari itu pengembangan media dalam pembelajaran sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Dalam hal ini, guru dituntut kemampuannya untuk memiliki kompetensi dalam hasil penggunaan media dan sumber pembelajaran. peran guru sangat dibutuhkan dalam pembelajaran. guru sering dihadapkan pada persoalan yang berkaitan dengan cara mempermudah belajar siswa. oleh karena itu, guru harus dapat memilih media yang sesuai, agar siswa lebih mudah dalam menerima, memahami pelajaran yang diberikan oleh guru. untuk itu seorang guru harus memilki kemampuan dalam hal:

  1. Mengenal, dan mampu memiliki serta menggunakan media dan sumber –sumber pengajaran.
  2. Mampu membuat alat –alat bantu pengajaran sederhana.
  3. Dapat menggunakan dan mampu mengelola laboratorium dalam rangka proses belajar mengajar.
  4. Mampu memanfaatkan dan atau mengguanakan perpustakaan dalam rangka proses belajar mengajar.
  5. Mampu menggunakan micro – teaching unit dalam program pengalaman lapangan ( khususnya sekolah kegururan).
Untuk itu pengembangan media dan sumber belajar sangat dibutuhkan sebagai sarana dalam pembelajaran dan membantu guru mengatasi kesulitannya dalam proses pembelajaran.





Bookmark and Share

Read More..

Pengaruh atau Keterkaitan Antara Faktor Alam, Kondisi Ekonomi dan Sosial Budaya Terhadap Penyebaran Dan Kegiatan Pertanian

22 November 2009

Manusia tidak akan terlepas dengan masalah pangan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan manusia yang tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan maka tidak akan dapat mempertahankan hidupnya. Oleh karena itu untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan tersebut manusia melakukan berbagai kegiatan di sektor pertanian. Pertanian berperan penting bagi kehidupan manusia, selain dalam penyediaan pangan yang cukup bagi penduduk, juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan bahan baku bagi industri dan ekspor, meningkatkan pemerataan kesejahteraan petani melalui penyediaan kesempatan kerja dan berusaha, serta memberi sumbangan pada pengembnagan wilayah dll.

Untuk dapat mengoptimalkan agar menghasilkan pangan yang cukup dan berkualitas bagi kebutuhan manusia, dalam kegiatan pertaniannya salah satunya harus memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh atau berkaitan terhadap persebaran daerah dan kegiatan pertanian, baik faktor fisis maupun non fisis. Dengan demikian para petani dapat lebih mempertimbangkan dalam melakukan kegiatan atas pengelolaan pertaniannya.

Berdasarkan masalah tersebut, makalah ini akan membahas mengenai ” Pengaruh atau Keterkaitan Antara Faktor Alam, Kondisi Ekonomi dan Sosial Budaya Terhadap Penyebaran Dan Kegiatan Pertanian”.





Bookmark and Share

Read More..

Amphibia

Ada sekitar 3000 spesies Amphibia hidup di dunia (Sukiya, 2005: 37). Dari pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa banyak sekali jenis spesies yang termasuk ke dalam anggota Amphibia artinya ditemukan bnayk variasi di dalamnya.Anggota kelas Amphibia yang selama ini kita kenal hanya katak dan kodok saja sedangkan Amphibia sendiri sebenarnya mempunyai banyak anggota. Oleh karena itulah kita juga perlu mempelajarinya agar pengetahuan kita dapat bertambah dan lebih memahami lagi tentang pengetahuanyang sebelumnya telah kita ketahui.

Hewan yang termasuk kelas Amphibia ini sebagian besar mempunyai siklus hidup di dua tempat yang berbeda yaitu di air dan di darat. Hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa kita perlu untuk mempelajari Amphibia karena struktur morfologi dan anatomi berhubungan juga dengan habitatnya yang berbeda.

Alasan ketiga ini juga merupakan alasan yang sangat penting yakni hewan yang pertama kali hidup di darat dan menunjukkan tingkat evolusi vertebrata, maka akan terdapat perbedaan-perbedaan dalam morfologi dan anatomi tubuhnya. Oleh karena itu Amphibia sangat penting untuk dipelajari dan dikaji lebih dalam selain itu penulis akan memberikan contoh-contoh spesies anggota Amphibia yang dapat menambah pengetahuan pembaca sekaligus menunjukkan bahwa kelas Amphibia tidak hanya beranggotakan katak dan kodok saja.





Bookmark and Share

Read More..

Ekosistem

Sejak manusia mengenal lingkungan tempat tinggalnya dalam rangka memenuhi kebutuhannya untuk hidup, mulai dari makan, mencari sandang, membuat rumah tempat berlindung, berarti manusia sebenarnya sudah mulai mengenal dan menerapkan konsep ekologi. Karena untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia harus berhubungan dengan alam lingkungannya. Usaha yang dilakukan manusia pada awalnya hanya sebatas mengambil bahan- bahan kebuhannya langsung dari alam sekitarnya. Karena itulah kata ekologi dipakai untuk mengistilahkan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan dengan lingkungannya. Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem.

Ekosistem merupakan suatu unit/kesatuan yang dibangun oleh adanya interaksi antara komponen biotik dan abiotik. Di alam terdapat organisme hidup (makhluk hidup) dengan lingkungannya yang tak hidup saling berinteraksi berhubungan erat tak terpisahkan dan saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain yang merupakan suatu sistem. Dalam hal ini makhluk hidup lazim disebut dengan biotik, dari asal kata bi yang berati hidup. Lingkungan yang tak hidup disebut abiotik dari asal kata a dan bi yang berati tak hidup. Batasan suatu ekosistem bukan merupakan ruang/tempat semata, tetapi yang menjadi sangat penting adalah adanya interaksi antar komponen tersebut.

Di dalam sistem tersebut terdapat dua aspek penting yaitu arus energi (aliran energi) dan daur materi atau disebut juga daur mineral atau siklus mineral ataupun siklus bahan. Aliran energi dapat terlihat pada struktur makanan, keragaman biotik dan siklus bahan (yakni pertukaran bahan-bahan antara bagian yang hidup dengan yang tak hidup). Suatu ekosistem dapat berupa; ekosistem hutan tropis di Kalimantan yang sangat luas; ekosistem lautan; ekosistem savana di Taman Nasional Baluran; ekosistem Ranu Lamongan; ekosistem kolam ikan tawar; bahkan sampai berupa ekosistem akuarium yang sangat kecil.





Bookmark and Share

Read More..

Bioteknologi

Istilah bioteknologi bagi orang awam memang terdengar asing. Namun, apabila mereka diberitahu bahwa pembuatan tempe, tape dan kecap merupakan beberapa contoh bioteknologi, barulah mereka mulai sedikit mengerti apa yang dimaksud dengan bioteknologi.

Secara sederhana, bioteknologi dapat diartikan sebagai pemanfaatan organisme untuk memperoleh suatu produk. Namun, untuk memperoleh suatu produk dengan menggunakan suatu organisme tidaklah semudah yang kita bayangkan. Sejak dahulu nenek moyang bangsa Indonesia pun membuat tempe hanyalah kebetulan yang berasal dari coba-coba untuk memanfaatkan organisme dalam menghasilkan suatu produk berupa makanan dan juga tanpa dilandasi prinsip ilmiah. Memang pada saat itu, bioteknologi memang didominasi untuk memproduksi makanan dan dalam bidang pertanian.

Seiring perkembangan zaman, para ahli terus meneliti beberapa organisme agar dapat memperoleh suatu produk yang bermanfaat. Dan akhirnya pun mereka berhasil menemukan produk-produk bioteknologi baru dari pemanfaatan organisme. Para pakar tidak hanya mampu memanfaatkan organisme/materi genetik di tingkat seluler, tetapi juga mampu merekayasa organisme/materi genetik hingga tingkat molekuler.





Bookmark and Share

Read More..

Echinodermata

Salah satu bagian dari Avertebrata adalah filum Echinodermata yang di bagi menjadi beberapa kelas, yaitu Asteroidea, Crinoidea, Holothuroidea, Ophiuroidea dan Echinoidea yang masing- masing dari kelas tersebut memiliki ciri khas yang berbeda. Echinodermata tidak selamanya dapat ditemukan dalam setiap pantai karena masing-masing kelas memiliki pola persebaran yang berbeda.

Sama halnya dengan hewan-hewan avertebrata pada umumnya, Echinodermata juga emiliki struktur tubuh yang unik dan kebanyakan hidup di lingkungan laut. Oleh karena itu, jenis-jenis yang ada dari Echinodermata tersebut berbeda pada setiap pantai.

Pada saat surut maksimum, pantai akan memperlihatkan zona-zona khusus yang pada masing-masing zona tersebut dapat diketahui macam-macam Echinodrmata yang ada pada pantai tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa pantai Indonesia sebenarnya memiliki daya tarik biota laut yang sangat beraneka ragam.

Namun karena kurangnya kepedulian masyarakat sehingga keanekaragamannya kurang diperhatikan dan dijaga. Dari latar belakang yang tersebut di atas, makalah ini mencoba untuk mengetahui keanekaragaman Echinodermata dengan mendeskripsikan pola pErsebaran jenis-jenis Echinodermata yang ada di pantai Balai Kambang.





Bookmark and Share

Read More..

Proses Pembuatan Wine/Anggur

06 November 2009

            Asal mula ditemukannya Wine sebenarnya secara tidak sengaja, dari Mesopotamia pada tahun 6000 SM. Kisahnya pada suatu hari , seorang perempuan sedang memetik buah anggur dikebun. Kemudian hasil petikan tersebut dikumpulkannya dalam sebuah tong besar. Munglin, saking padatnya membuat anggur-anggur yang berada di dasar wadah tersebut pecah, tergenjet butiran-butiran anggur yang ada di atasnya. Akibatnya,terjadilah genangan air anggur di bawah tong tersebut. Lalu, jus anggur ini tercampur dengan ragi alami yang biasanya menempel pada kotoran anggur. Terjadilah proses fermentasi alami. Setelah beberapa hari, terjadilah jus anggur tersebut menjadi Wine yang pertama kali di Dunia.
            Sejarah pembuatan Wine dari Afrika Selatan di mulai oleh para penjajah Belanda yang membuat Wine dari buah anggur local yang tumbuh di sana. Namun Wine seperti ini tidak bisa dibuat menjadi Wine yang berkualitas tinggi sehingga Jan Van Riebbeck komandan koloni di sana pada waktu itu mengirimkan permintaan agar Belanda mengirimkan bibit anggur Eropa ke Afrika Selatan. Dan mulai dari situ anggur jenis Chenin Blanc dan Muscat of Alexandria menjadi populer di sana.



Bookmark and Share

Read More..

Global Warming Sebagai Pemicu Berbagai Masalah Sosial

Global warming atau pemanasan global merupakan kata-kata yang sering terdengar saat ini. Di koran, televisi bahkan sampai aksi simpatik dijalanan juga meberitakan mengenai pemanasan global. Apakah pemanasan global itu? Apakah penting untuk diketahui? Apakah hal ini memiliki akibat bagi kehidupan manusia? Atau pengaruh kepada suhu bumi saja? Apakah pengaruh pemanasan global juga dapat mempengaruhi perilaku dan sosial budaya? Sederet pertanyaan lainnya mungkin akan menambah deretan pertanyaan di atas.
Untuk itu, makalah ini dibuat untuk menyebarluaskan penyebab dan dampak pemanasan global yang selama ini gencar ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi untuk mengurangi dampaknya. Dengan mengetahuinya, akan lebih mudah menemukan cara untuk mengatasinya, walaupun tidak bisa menghilangkannya setidaknya dapat dikurangi dampaknya.




Bookmark and Share

Read More..

Sejarah Perkembangan Annelida

Annelida  oleh ahli zoology pertama kali dimasukkan dengan cacing lain ke dalam kelompok Vermes, tetapi pada tahun 1798 dipisahkan oleh Cuvier dari cacing yang tidak bersegmen. Nama Annelida untuk  yang pertama  digunakan oleh Lamarck pada tahun 1809 untuk cacing bersegmen yang tertinggi tingkatannya. Kata Annelida diperoleh dari  bahasa Latin annellus yang artinya cincin kecil atau anneler dari Perancis yang berarti cincin yang tersusun.
Pada Makalah ini akan dijabarkan secara lengkap tentang Annelida, mulai dari karakteristik umum, stuktur fisik, fungsi pernapasan, dll.




Bookmark and Share

Read More..

Koperasi dalam Pasar Oligopoli

28 Oktober 2009

Batasan tentang struktur pasar oligopoli sering dikaitkan dengan jumlah produsen yang sedikit, tetapi seperti telah diuraikan pengertian sedikit itu sangatlah relatif. Dapat saja terjadi jumlah produsen (bisa juga pedagang) ratusan, tetapi strukturnya tetap merupakan oligopoli. Pengertian ini lebih relevan kalau yang dimaksudkan adalah pasar dikuasai oleh sedikit produsen atau sedikit penjual. Dalam pengertian sedikit ini masih terjadi variasi, ada yang mengatakan 4 perusahaan, ada yang mengatakan 8 perusahaan, tetapi ada juga penguasaan sebagian besar oleh 20 perusahaan. Lazimnya sekitar empat dan delapan perusahaan yang menguasai pasar. Jenis-jenis oligopoli juga tidaklah sesederhana yang dipelajari dalam teori-teori ekonomi mikro. Tetapi secara garis besar dapat dibagi 2, yakni kolusif dan tidak kolusif kalau dilihat dari perilakunya, dan dilihat dari penguasaan pasar dapat juga dibagi dua, yakni oligopoli penuh dan parsial. Para ahli organisasi industri bertolak dari struktur telah mencoba melakukan kajian tentang perilaku industri oligopoli yang kolusif, yakni model pimpinan harga. Hal ini pun masih dibagi lagi atas tiga tipe, yakni tipe yang mempunyai biaya rendah, perusahaan yang dominan, dan barometrik. Teori ini menganggap bahwa perusahaan yang berskala besar mengetahui seluruh biaya perusahaan dan permintaan pasar. Semakin rendah tingkat harga semakin besar bagian kebutuhan pasar yang dapat dipasok oleh perusahaan yang berskala besar.
Bagaimanakah koperasi menghadapi persaingan dengan pasar oligopoli menjadi suatu hal yang menarik dibahas mengingat pasar oligopoli penuh dengan tantangan. Dalam makalah ini akan dibahas koperasi dalam pasar oligopoli.





Bookmark and Share

Read More..

Penggunaan Bahasa Dalam Masyarakat

07 Oktober 2009

Bahasa yang digunakan dalam kehidupan masyarakat bervariasi dan beraneka ragam. Dari waktu ke waktu, bahasa senantiasa mengalami proses perkembangan. Selama proses perkembangan tersebut, bahasa memperoleh berbagai pengaruh, baik dalam konteks bahasa maupun konteks berbahasa. Pengaruh yang diperoleh bahasa kemudian melahirkan sebuah bentuk bahasa baru yang cenderung lebih digunakan oleh masyarakat. Penggunaan tersebut kemudian memberikan bermacam-macam warna dalam bahasa sehingga memunculkan berbagai variasi bahasa
Pada makalah Penggunaan Bahasa Dalam Masyarakat akan memaparkan hal-hal sebagai berikut :
  1. Menjelaskan pengertian bahasa.  
  2. Menjelaskan karakteristik bahasa.
  3. Menjelaskan fungsi bahasa.          
  4. Menjelaskan ragam bahasa.          
  5. Menjelaskan penggunaan bahasa dalam masyarakat.
   


Bookmark and Share




Read More..

Peningkatan Kemampuan Mengarang Siswa SD Kelas Atas Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Pendekatan Contekstual Teaching Learning (CTL)

Pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia  di SD – SMU ialah guru terlalu banyak menyuapi, tetapi kurang menyuruh siswa  aktif  membaca,  menyimak,  menulis  dan  berbicara.  Proses  belajar-mengajar  di kelas  tidak  relevan  dengan  yang  diharapkan,  akibatnya  kemampuan  mengarang siswa  rendah. Untuk mengoptimalkan potensi mengarang siswa, salah  satu  alternatif yang dapat dilakukan  ialah melalui permainan bahasa. Guru perlu menyediakan  strategi  yang menarik  yang  dapat menyajikan  tantangan  bagi siswa untuk giat  secara  aktif dan kreatif  “mengotak-atik”  apa yang dihadapinya.
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijabarkan maka tujuan penulisan makalah ini adalah:
  1. Mengetahui faktor-faktor yang menjadi masalah bagi siswa ketika mengarang.
  2. Mengambangkan metode pelaksanaan pembelajaran mengarang pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa SD kelas atas.



Bookmark and Share

Read More..

Pendekatan Pembelajaran Kooperatif

06 Oktober 2009

oleh : Nurul Zaenab
Pembelajaran kooperatif mempunyai nilai penting sebagai salah satu pendekatan dalam proses belajar namun selain itu pembelajaran ini juga dapat membentuk aspek lainnya antara lain dapat menjadikan siswa menjadi tenggang rasa, mau menerima pendapat orang lain, menghargai orang lain dan masih banyak lagi nilai pentingnya. Peran guru dalam pembelajaran kooperatif menjadi sederhana tetapi dituntut untuk lebih aktif dan kreatif dalam kegiatan kelompok belajar. Dalam pelaksanaanya terdapat empat metode pembelajaran kooperatif yaitu: a) metode STAD, b) metode jigsaw, c) metode GI, d) metode struktural.
Isi lengkap makalah ini adalah :

  1. Pengertian pembelajaran kooperatif
  2. Unsur-unsur dalam pembelajaran kooperatif
  3. Perbedaaan pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran tradisional
  4. Pentingnya pembelajaran kooperatif
  5. Peran guru dalam pembelajaran kooperatif
  6. Pelaksanaan pembelajaran kooperatif 
 

Bookmark and Share

Read More..

Pendekatan Belajar Kooperatif

03 Oktober 2009


oleh :Nurul Zaenab, dkk

Pembelajaran kooperatif mempunyai nilai penting sebagai salah satu pendekatan dalam proses belajar namun selain itu pembelajaran ini juga dapat membentuk aspek lainnya antara lain dapat menjadikan siswa menjadi tenggang rasa, mau menerima pendapat orang lain, menghargai orang lain dan masih banyak lagi nilai pentingnya. Peran guru dalam pembelajaran kooperatif menjadi sederhana tetapi dituntut untuk lebih aktif dan kreatif dalam kegiatan kelompok belajar. Dalam pelaksanaanya terdapat empat metode pembelajaran kooperatif yaitu: (a)metode STAD, (b) metode jigsaw, (c) metode GI, (d) metode struktural.




Bookmark and Share

Read More..

Problematika Kata Majemuk

02 Oktober 2009

Dalam pratiknya, pemakaian kata majemuk mengalami problematika yang masih perlu penyelesaian. Beberapa ahli bahasa masih memiliki pandangan yang berbeda tentang kata majemuk berikut dengan problematikanya.
Tujuan penulisan makalah ini berdasarkan adalah sebagai berikut.
  1. Menjelaskan pendapat mengenai ada tidaknya kata majemuk dalam bahasa Indonesia.
  2. Menjelaskan makna baru yang ditimbulkan kata majemuk.
  3. Menjelaskan reduplikasi kata majemuk.
  4. Menjelaskan penulisan kata majemuk.
  5. Menjelaskan macam kata majemuk. 
  

Bookmark and Share

Read More..

Perbandingan Kosa Kata Bahasa Jawa dengan Kosa Kata Bahasa Indonesia

Tingginya tingkat penggunaan bahasa Jawa oleh penutur asli bahasa Jawa dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia menimbulkan beberapa kosa kata bahasa Jawa dibakukan menjadi kosa kata bahasa Indonesia. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dilihat perbandingan antara kosa kata bahasa Jawa dengan kosa kata bahasa Indonesia.
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
  1. Menjelaskan perbandingan kata dasar bahasa Jawa dengan kata dasar bahasa Indonesia.
  2. Menjelaskan perbandingan kata berimbuhan bahasa Jawa dengan kata berimbuhan bahasa Indonesia.
  3. Menjelaskan perbandingan kata ulang bahasa Jawa dengan kata ulang bahasa Indonesia.
  4. Menjelaskan perbandingan kata majemuk bahasa Jawa dengan kata majemuk bahasa Indonesia.
 

Bookmark and Share

Read More..

Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching And Learning) Dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

Penggunaan CTL dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kelas dapat menarik perhatian siswa karena CTL memiliki berbagai komponen sehingga pembelajaran tidak membosankan. Menurut Suyanto (2003:1) CTL dapat membuat siswa terlibat dalam kegiatan yang bermakna yang diharapkan dapat membantu mereka mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan konteks situasi kehidupan nyata.
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.

  1. Menjelaskan pengertian pendekatan kontekstual (CTL).
  2. Menjelaskan karakteristik Contextual Teaching and Learning.
  3. Menjelaskan komponen-komponen Contextual Teaching and Learning.
  4. Menjelaskan penerapan Contextual Teaching and Learning dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia
 

Bookmark and Share

Read More..

Pembelajaran Sastra Di Sekolah

Pembelajaran sastra dewasa ini masih banyak terpaut pada kegiatan pengetahuan sastra. Kondisi tersebut mengakibatkan pembelajaran sastra menjadi kurang menarik dan cenderung membosankan bagi siswa. Hal ini pada umumnya disebabkan oleh pemberian pengetahuan sastra kepada siswa yang berlebihan. Pengetahuan sastra memang sangat diperlukan dalam pembelajaran sastra tetapi ukuran pembagian yang proporsional harus diperhatikan. Oleh karena itu, harus ada tindakan yang bijaksana yang perlu dilakukan untuk menyikapi fenomena ini.
Pada makalah Pembelajaran Sastra Di Sekolah  akan memaparkan hal-hal sebagai berikut :
  1. Memaparkan hakikat pembelajaran sastra.
  2. Menjelaskan tujuan pembelajaran sastra.
  3. Memaparkan problematika dalam pembelajaran sastra di sekolah.
  4. Menjelaskan solusi untuk memecahkan problematika pembelajaran sastra di sekolah.




Bookmark and Share

Read More..

Teknologi Pendidikan .NET - Informasi Teknologi Pendidikan

Join Vinefire!