RPP dan Silabus

Tutorial

Power Point

Tulis Komentar

Posting Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Evaluasi Program

27 Desember 2009

Setiap kita melakukan kegiatan/ program, baik yang dilakukan dalam sebuah organisasi ataupun ketika kita melakukan pembelajaran di kelas, tentunya pasti membutuhkan yang namanya evaluasi.
Pengertian evaluasi menurut :

  1. Terry D. TenBrink, evaluasi adalah proses memperoleh informasi yang digunakan sebagai pertimbangan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan.
  2. Stufflebeam, evaluasi adalah proses menentukan, mencari dan menyajikan informasi yang diperlukan sebagai pedoman dalam pemberian pertimbangan dan alternative keputusan.
  3. Stephen Isaac, evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dan kontinyu. Proses evaluasi melalui tiga langkah yaitu menyatakan questionaire yang quiring jawab dan menetapkan informasi untuk diperoleh, memperoleh data yang relevan, menghasilkan informasi yang digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan dengan mempertimbangkan hubungan dan dampaknya serta alternatif keputusan yang dapat memodifikasi meningkatkan program pendidikan
Dalam artikel ini akan dijabarkan secara lengkap tentang evaluasi, yang saya bagi dalam beberapa file.
  1. Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Syarat-syarat Evaluasi Program | Download |
  2. Pendekatan Evaluasi Program | Download |
  3. Model dan Penjelasan Evaluasi Program | Download |
  4. Contoh Evaluasi Program | Download |

Bookmark and Share

Read More..

Transfer Learning

Di dalam kehidupan sehari-hari kita , pelajaran utama ditransfer secara terus-menerus kepada pengembangan tentang pengetahuan dan ketrampilan baru. Artikel ini menjelaskan apa transfer belajar dan kenapa transfer belajar penting dalam pertimbangan ketika merancang instruksi. Artikel juga menjelaskan tentang perpindahan dekat (near transfer) dan perpindahan jauh(far transfer serta menjelaskan kerugian dan keuntungan masing-masing mereka.

Apa yang dimaksud transfer belajar?

Transfer belajar adalah suatu peristiwa belajar dengan cepat dan mengembang;kan suatu pemahaman yang lebih dalam tugas jika kita membawa beberapa pengetahuan atau ketrampilan dari pelajaran sebelumnya untuk menghasilkan perpindahan belajar positif pada pengetahuan dan ketrampilan baru.
Transfer belajar adalah aplikasi ketrampilan dan pengetahuan mempelajari satu konteks diterapkan dengan konteks yang lain (Cormier& Hagman, 1987). Suatu contoh adalah pengetahuan dan ketrampilan mempelajari pelatihan penjualan diterapkan hati-hati dengan suatu pelanggan. Sebab pelajaran konteks adalah sering berbeda dari konteks aplikasi, tujuan pelatihan tidaklah terpenuhi kecuali jika perpindahan terjadi. Perpindahan sukses terpelajar memerlukan isi pelatihan itu berkait dengan tugas, bahwa pelajar harus belajar isi pelatihan itu, dan pelajar harus termotivasi. Para perancang harus menentukan apakah ketrampilan diajar memerlukan perpindahan dekat atau perpindahan jauh sedemikian sehingga mereka dapat mendisain instruksi yang digunakan.





Bookmark and Share

Read More..

Mempromosikan Perpustakaan

Untuk mengenalkan serta memasarkan jasanya, perpustakaan tidak cukup hanya membangun jasa informasi serta mengharap masyarakat akan begitu saja mendatangi perpustakaan-perpustakaan. Jumlah orang yang sekedar ingin tahu akan keberadaan perpustakaan sangat sedikit. Maka pustakawan perlu mengusahakan agar publisitas dapat diperoleh melalui berbagai bentuk serta keluaran sesuai dengan kemampuan keuangan.
Promosi merupakan forum pertukaran informasi antara organisasi dan konsumen dengan tujuan utama memberi informasi tentang produk atau jasa yang disediakan oleh organisasi, sekaligus membujuk konsumen untuk bereaksi terhadap produk atau jasa itu.
Usherwood mengatakan bahwa di dalam melaksanakan kegiatan promosi ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Faktor-faktor itu antara lain adalah:

  1. Motivasi pemakai: Di sini perlu dikaji apakah sebenarnya yang diinginkan oleh pemakai perpustakaan.
  2. Minat pemakai: Pengetahuan tentang minat pemakai akan membantu perpustakaan memberi informasi yang tepat kepada pengguna.
  3. Latar belakang: Latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan pemakai akan sangat membantu jika dapat diketahui secara umum.
Artikel ini akan mengupas tuntas tentang strategi yang harus dilakukan perpustakaann dalam upaya mempromosikan dan mengajak untuk datang keperpustakaan.




Bookmark and Share

Read More..

Sejarah dan Perkembangan Pembelajaran berbasis Computer (CBI)

23 November 2009

  1. Permulaan tahun1970 pertama kali komputer digunakan untuk melatih pegawai IBM .
  2. E-pembelajaran atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction ) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, perkembangan dari masa ke masa adalah sebagai berikut:
  3. Tahun 1990 : Era CBT (Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan AUDIO) DALAM FORMAT mov, mpeg-1, atau avi.
  4. Tahun 1994 : Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.
  5. Tahun 1997 : LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak , dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.
  6. Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.





Bookmark and Share

Read More..

Menajemen Pendayagunaan Media Pembelajaran

Dalam suatu kegiatan pembelajaran diperlukan suatu media untuk dapat membantu meningkatkan mutu pembelajaran, selain itu juga merangsang motivasi siswa dalam belajar. Dalam hal ini diperlukan media yang sesuai dengan pembelajaran dan membantu guru mengatasi kesulitan dalam proses pembelajaran.

Pengembangan media dan sumber di dalam proses pembelajaran tidak terlepas dengan usaha peningkatan mutu pendidikan tersebut. apabila suatu media pembelajaran dan sumber tidak mengalami perkembangan maka mutu dari pendidikan akan terhambat, selain itu bisa jadi pendidikan tidak berkembang atau stagnasi. maka dari itu pengembangan media dalam pembelajaran sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Dalam hal ini, guru dituntut kemampuannya untuk memiliki kompetensi dalam hasil penggunaan media dan sumber pembelajaran. peran guru sangat dibutuhkan dalam pembelajaran. guru sering dihadapkan pada persoalan yang berkaitan dengan cara mempermudah belajar siswa. oleh karena itu, guru harus dapat memilih media yang sesuai, agar siswa lebih mudah dalam menerima, memahami pelajaran yang diberikan oleh guru. untuk itu seorang guru harus memilki kemampuan dalam hal:

  1. Mengenal, dan mampu memiliki serta menggunakan media dan sumber –sumber pengajaran.
  2. Mampu membuat alat –alat bantu pengajaran sederhana.
  3. Dapat menggunakan dan mampu mengelola laboratorium dalam rangka proses belajar mengajar.
  4. Mampu memanfaatkan dan atau mengguanakan perpustakaan dalam rangka proses belajar mengajar.
  5. Mampu menggunakan micro – teaching unit dalam program pengalaman lapangan ( khususnya sekolah kegururan).
Untuk itu pengembangan media dan sumber belajar sangat dibutuhkan sebagai sarana dalam pembelajaran dan membantu guru mengatasi kesulitannya dalam proses pembelajaran.





Bookmark and Share

Read More..

Proses Pembuatan Wine/Anggur

06 November 2009

            Asal mula ditemukannya Wine sebenarnya secara tidak sengaja, dari Mesopotamia pada tahun 6000 SM. Kisahnya pada suatu hari , seorang perempuan sedang memetik buah anggur dikebun. Kemudian hasil petikan tersebut dikumpulkannya dalam sebuah tong besar. Munglin, saking padatnya membuat anggur-anggur yang berada di dasar wadah tersebut pecah, tergenjet butiran-butiran anggur yang ada di atasnya. Akibatnya,terjadilah genangan air anggur di bawah tong tersebut. Lalu, jus anggur ini tercampur dengan ragi alami yang biasanya menempel pada kotoran anggur. Terjadilah proses fermentasi alami. Setelah beberapa hari, terjadilah jus anggur tersebut menjadi Wine yang pertama kali di Dunia.
            Sejarah pembuatan Wine dari Afrika Selatan di mulai oleh para penjajah Belanda yang membuat Wine dari buah anggur local yang tumbuh di sana. Namun Wine seperti ini tidak bisa dibuat menjadi Wine yang berkualitas tinggi sehingga Jan Van Riebbeck komandan koloni di sana pada waktu itu mengirimkan permintaan agar Belanda mengirimkan bibit anggur Eropa ke Afrika Selatan. Dan mulai dari situ anggur jenis Chenin Blanc dan Muscat of Alexandria menjadi populer di sana.



Bookmark and Share

Read More..

Fungsi dan Prinsip Penggunaan Media Pembelajaran

20 Oktober 2009

Ada beberapa pendapat tentang fungsi media pembelajaran. Peranan media dalam pembelajaran merupakan bagian yang sangat menentukan efektivitas dan pencapaian tujuan pembelajaran. Mc Know dalam bukunya “Audio Visual Aids To Instruction” mengemukakan empat fungsi media. Dalam artikel ini akan dijabarkan secara lengkap fungsi dan prinsip penggunaan media pembelajaran.




Bookmark and Share

Read More..

Sejarah Desain dan Media Pembelajaran

06 Oktober 2009

oleh: Yudha Alfian Haqqi


Artikel ini berisi hal-hal mengenai Sejarah Media Pembelajaran, Museum Sekolah, Pengembangan Media Visual Pembaran dan Film Pembejaran, Pengembangan Media Audiovisual dan Radio dalam Pembelajaran, sejarah Televisi pembelajaan sejarah Kompuer pembelajaran, Sejarah Disain Pebelajaran, Asal Usul Disain Pembelajaran dan Perkembangan Gerakan Disain PembelajaranAwl model desain Pembelajaran



Bookmark and Share

Read More..

Mempromosikan Jasa Perpustakaan

oleh Yudha Alfian Haqqi

Untuk mengenalkan serta memasarkan jasanya, perpustakaan tidak cukup hanya membangun jasa informasi serta mengharap masyarakat akan begitu saja mendatangi perpustakaan-perpustakaan. Jumlah orang yang sekedar ingin tahu akan keberadaan perpustakaan sangat sedikit. Maka pustakawan perlu mengusahakan agar publisitas dapat diperoleh melalui berbagai bentuk serta keluaran sesuai dengan kemampuan keuangan.
Materi dalam artikel ini antara lain:

  1. Tujuan Promosi Perpustakaan
  2. Pentingnya Promosi Bagi Perpustakaan
  3. Model Sistem Komunikasi dalam Promosi
  4. Strategi Promosi Perpustakaan
  5. Kendala Pemasaran Dan Promosi Layanan Perpustakaan
  6. Merencanakan Strategi Pemasaran Dan Promosi Perpustakaan 
 


    Bookmark and Share

    Read More..

    Jual Beli Ijazah Instan, Bukti Rendahnya Moralitas Perguruan Tinggi

    01 Oktober 2009

    Dunia pendidikan Indonesia kembali tercoreng. Kali ini kasus jual beli ijazah (S-1, S-2, S-3) terkuak. Gelar akademik dulu terlihat berwibawa, menunjukkan status sosial tertentu bagi pemiliknya, kini dengan mudah dapat dimiliki siapa saja asalkan memiliki uang.

    Gelar kesarjanaan merupakan gelar yang memiliki implikasi tanggung jawab akademik. Seseorang yang menyandang gelar tersebut mendapat kewenangan melaksanakan tugas keilmuan sesuai dengan gelar yang disandangnya, sebagaimana tercantum dalam ijazah kesarjanaan berbunyi “ ijazah ini diserahkan … dan kepadanya dilimpahkan segala wewenang dan hak yang berhubungan dengan ijazah yang dimilikinya”. Artinya seorang sarjana tertentu memiliki wewenang, tanggungjawab, hak menyelesaikan masalah-masalah tertentu sesuai dengan gelar kesarjanaannya. Sebagai contoh seorang sarjana pendidikan memiliki wewenang mengajar, memiliki tanggung jawab atas hasil pengajaranya, dan memperoleh hak dari kegiatan mengajarnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Seorang sarjana pertanian memiliki wewenang menyelesaikan masalah-masalah pertanian dan bertanggung jawab atas masalah-masalah yang menjadi wewenangnya serta dapat memperoleh hak sesuai dengan pekerjaannya dan lain sebagainya.

    Selain itu, gelar akademik diserahkan kepada pemegangnya jika yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh pergurua tinggi tertentu. Dalam hal ini, perguruan tinggi memiliki wewenang untuk mengatur persyaratan tersebut sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

    Pemerintah telah menerbitkan peraturan standar nasional pendidikan antara lain berisi standar isi, proses, kompetensi lulusan, tanaga kependidikan, sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan.

    Yang dimaksud standar isi adalah kurikulum apa yang digunakan jenjang pendidikan tertentu. Perguruan tinggi diberikan hak untuk mengatur kurikulum tersebut, tetapi pada dasarnya semua perguruan tinggi memiliki aturan yang hampir sama yaitu seorang mahasiswa dianggap lulus dan mendapat gelar sarjana jika yang bersangkutan telah menyelesaikan beban belajar tertentu. Misalnya seorang sarjana S-1 wajib menyelesaikan minimal 140 sistem kridit semester (SKS) dalam waktu 7 samapai 8 semester dan lain sebagainya.

    Dalam standar proses jenjang pendidikan tertentu termasuk di dalamnya perguruan tinggi wajib melaksanakan proses pembelajaran kepada peserta didik dengan cara dan metode tertentu. Hal ini dimaksudkan peserta didik dinyatakan memenuhi kualifikasi tertentu jika yang bersangkutan telah melalui proses tersebut. Dalam memenuhi kualifikasi tertentu, seorang peserta didik termasuk mahasiswa wajib lulus atau menyelesaikan standar kompetensi lulusan melalui serangkaian penilaian yang disebut sebagai standar penilaian.

    Untuk mencapai hal itu seorang mahasiswa tidak dengan mudah mempelorehnya, butuh waktu, tenaga, pikiran dan dana.

    Aturan atau standar tertentu tersebut dibuat agar mahasiswa tersebut memliki pengetahuan dan ketrampilan yang standar atau dalam kata lain mahasiswa tersebut memiliki kualifikasi dibidangnya. Hal ini sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan sesuai dengan UUSPN No. 20 tahun 2003 bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapaban bangsa yang bermaratabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berwatak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

    Perguruan tinggi atau oknum perguruan tinggi atau oknum pengelola perguruan tinggi yang melakukan transaksi jual beli ijazah instant berarti telah menodai peraturan pemerintah tentang satandar nasional pendidikan. Sebab ijazah instant dapat diperoleh sesuai dengan namanya ‘instant’.

    Berdasarkan penelusuran Jawa Pos, ijazah instant dapat diperoleh dengan mudah. Biayanya relatif lebih murah dibandingkan dengan kuliah, waktu pembuatanya sangat singkat, indeks prestasinya dapat diatur berdasarkan kesepakatan, jurusannya pun dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.

    Selain telah melanggar peraturan pemerintah oknum tersebut telah monodai tujuan hakiki pendidikan. Pendidikan yang seharusnya mencetak generasi berilmu pengetahuan, berubah menjadi mencetak generasi yang berijazah tanpa bekal pengetahuan. Pendidikan yang seharusnya mencetak generasi yang cakap, mandiri dan kreatif, berubah menjadi mencetak generasi yang tergantung kepada ijazah yang dimiliki. Pendidikan yang seharusnya mencetak generasi yang berakhlak serta bertanggung jawab berubah menjadi mencetak warga Negara yang tidak bertanggung jawab dan melanggar hukum. Bagaimana mungkin pendidikan mampu mencetak generasi yang berakhak mulia sedang proses mencari sertifikan atau ijazah pendidikan dilakukan dengan cara-cara yang tidak berakhlak.

    Perguruan tinggi atau oknum perguruan tinggi atau oknum pengelola perguruan tinggi yang melakukan transaksi jual beli ijazah instant juga telah menodai

    ribuan masyarakat yang kuliah dengan sungguh-sungguh sesuai dengan prosedur dan proses yang berlaku. Mereka seharusnya mendapat kesempatan untuk duduk di tempat sesuai dengan prestasinya, akan tetapi sebelum sempat menyelesaikan pendidikannnya tempat tersebut telah diduduki orang lain yang kuliah tidak sesuai dengan prosedur dan proses yang seharusnya.

    Perguruan tinggi atau oknum perguruan tinggi atau oknum pengelola perguruan tinggi yang melakukan transaksi jual beli ijazah instant juga telah membohongi publik.

    Selain itu, sarjana yang bermakna ‘orang pandai, orang yang berpengatahuan’ semestinya menjadi teladan di masyarakat di mana ia bertempat tinggal. Jika saja ia mendapatkan gelar tersebut tanpa duduk di bangku kuliah, bisakah ia mendapatkan ilmu pengetahuan, bisakah mereka menjadi teladan bagi masyarakat di sekitarya?

    Perguruan tinggi atau oknum perguruan tinggi atau oknum pengelola perguruan tinggi yang melakukan transaksi jual beli ijazah instant telah menjadi bukti redahnya moralitas perguruan tinggi.


    Read More..

    Teknologi Pendidikan .NET - Informasi Teknologi Pendidikan

    Join Vinefire!