RPP dan Silabus

Tutorial

Power Point

Tulis Komentar

Posting Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Transfer Learning

27 Desember 2009

Di dalam kehidupan sehari-hari kita , pelajaran utama ditransfer secara terus-menerus kepada pengembangan tentang pengetahuan dan ketrampilan baru. Artikel ini menjelaskan apa transfer belajar dan kenapa transfer belajar penting dalam pertimbangan ketika merancang instruksi. Artikel juga menjelaskan tentang perpindahan dekat (near transfer) dan perpindahan jauh(far transfer serta menjelaskan kerugian dan keuntungan masing-masing mereka.

Apa yang dimaksud transfer belajar?

Transfer belajar adalah suatu peristiwa belajar dengan cepat dan mengembang;kan suatu pemahaman yang lebih dalam tugas jika kita membawa beberapa pengetahuan atau ketrampilan dari pelajaran sebelumnya untuk menghasilkan perpindahan belajar positif pada pengetahuan dan ketrampilan baru.
Transfer belajar adalah aplikasi ketrampilan dan pengetahuan mempelajari satu konteks diterapkan dengan konteks yang lain (Cormier& Hagman, 1987). Suatu contoh adalah pengetahuan dan ketrampilan mempelajari pelatihan penjualan diterapkan hati-hati dengan suatu pelanggan. Sebab pelajaran konteks adalah sering berbeda dari konteks aplikasi, tujuan pelatihan tidaklah terpenuhi kecuali jika perpindahan terjadi. Perpindahan sukses terpelajar memerlukan isi pelatihan itu berkait dengan tugas, bahwa pelajar harus belajar isi pelatihan itu, dan pelajar harus termotivasi. Para perancang harus menentukan apakah ketrampilan diajar memerlukan perpindahan dekat atau perpindahan jauh sedemikian sehingga mereka dapat mendisain instruksi yang digunakan.





Bookmark and Share

Read More..

Mempromosikan Perpustakaan

Untuk mengenalkan serta memasarkan jasanya, perpustakaan tidak cukup hanya membangun jasa informasi serta mengharap masyarakat akan begitu saja mendatangi perpustakaan-perpustakaan. Jumlah orang yang sekedar ingin tahu akan keberadaan perpustakaan sangat sedikit. Maka pustakawan perlu mengusahakan agar publisitas dapat diperoleh melalui berbagai bentuk serta keluaran sesuai dengan kemampuan keuangan.
Promosi merupakan forum pertukaran informasi antara organisasi dan konsumen dengan tujuan utama memberi informasi tentang produk atau jasa yang disediakan oleh organisasi, sekaligus membujuk konsumen untuk bereaksi terhadap produk atau jasa itu.
Usherwood mengatakan bahwa di dalam melaksanakan kegiatan promosi ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Faktor-faktor itu antara lain adalah:

  1. Motivasi pemakai: Di sini perlu dikaji apakah sebenarnya yang diinginkan oleh pemakai perpustakaan.
  2. Minat pemakai: Pengetahuan tentang minat pemakai akan membantu perpustakaan memberi informasi yang tepat kepada pengguna.
  3. Latar belakang: Latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan pemakai akan sangat membantu jika dapat diketahui secara umum.
Artikel ini akan mengupas tuntas tentang strategi yang harus dilakukan perpustakaann dalam upaya mempromosikan dan mengajak untuk datang keperpustakaan.




Bookmark and Share

Read More..

Standar Nasional pendidikan

23 November 2009

Satuan pendidikan sekolah secara umum memiliki fungsi sebagai wadah melakukan edukasi, sosialisasi, dan transformasi ilmu pengetahuan bagi siswa atau peserta didik sesuai tujuan pendidikan nasional (TAP No.II/MPR/1998-GBHN). Salah satu tugas pokok sekolah adalah menyiapkan siswa agar dapat mencapai perkembangannya secara optimal, memperoleh pendidikan dan prestasi belajar yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Memiliki daya saing yang kuat dalam berbagai bidang, seperti bidang teknologi, manajemen dan sumberdaya manusia, demi untuk menjadi manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas (Djauhari, 2007: 2).

Persoalan kualitas masih saja menjadi masalah utama pendidikan di Indonesia dan pencapaian pendidikan nasional masih jauh dari harapan. Dan bila membicarakan masalah mutu Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah, salah satu hal yang menjadi sasaran penyebab utama adalah institusi pendidikan. Hasil survei lembaga konsultan dari Hong Kong, The Political and Economic Risk Consultanc (PERC) menyimpulkan, SDM berkualitas rendah karena mutu sistem pendidikan yang rendah (Suara Merdeka, 2004).


Upaya untuk menata pendidikan telah dilakukan melalui terobosan dan inovasi, diantaranya dengan kebijakan otonomi daerah. Setiap kabupaten, sekolah difasilitasi dan diberi kesempatan mengembangkan pendidikan berbasis masyarakat, tetapi tetap mengacu pada standar mutu yang ditetapkan secara nasional (Regina, 2006).

Suatu sekolah dapat dikatakan berkualitas jika lulusannya mampu bersaing dengan lulusan sekolah lainnya. Memiliki manajemen sekolah nasional yang tidak sebatas manajemen administrasi sekolah, tetapi juga proses pembelajaran siswa. Sekolah juga mampu menyediakan segala fasilitas yang menunjang proses pendidikan (Kompas, 2007).

Munculnya konsep Sekolah Standar Nasional (SSN) merupakan tuntutan pasar yang berkembang dan diharapkan mampu menjadi suatu standar pendidikan berkualitas. Sesuai pasal 35 UU Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengamanatkan agar kita memiliki Standar Nasional Pendidikan (SNP). SNP mencakup standar isi, standar proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, dan penilaian pendidikan. SSN diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan standar dan menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang ditetapkan dalam SNP. Oleh karena itu SSN pada dasarnya dapat berfungsi sebagai model, artinya dapat dijadikan model bagaimana menyelenggarakan sekolah sesuai standar pelayanan yang ditetapkan secara nasional (Depdiknas, 2004:3).





Bookmark and Share

Read More..

Pendekatan Pembelajaran Kooperatif

06 Oktober 2009

oleh : Nurul Zaenab
Pembelajaran kooperatif mempunyai nilai penting sebagai salah satu pendekatan dalam proses belajar namun selain itu pembelajaran ini juga dapat membentuk aspek lainnya antara lain dapat menjadikan siswa menjadi tenggang rasa, mau menerima pendapat orang lain, menghargai orang lain dan masih banyak lagi nilai pentingnya. Peran guru dalam pembelajaran kooperatif menjadi sederhana tetapi dituntut untuk lebih aktif dan kreatif dalam kegiatan kelompok belajar. Dalam pelaksanaanya terdapat empat metode pembelajaran kooperatif yaitu: a) metode STAD, b) metode jigsaw, c) metode GI, d) metode struktural.
Isi lengkap makalah ini adalah :

  1. Pengertian pembelajaran kooperatif
  2. Unsur-unsur dalam pembelajaran kooperatif
  3. Perbedaaan pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran tradisional
  4. Pentingnya pembelajaran kooperatif
  5. Peran guru dalam pembelajaran kooperatif
  6. Pelaksanaan pembelajaran kooperatif 
 

Bookmark and Share

Read More..

Mempromosikan Jasa Perpustakaan

oleh Yudha Alfian Haqqi

Untuk mengenalkan serta memasarkan jasanya, perpustakaan tidak cukup hanya membangun jasa informasi serta mengharap masyarakat akan begitu saja mendatangi perpustakaan-perpustakaan. Jumlah orang yang sekedar ingin tahu akan keberadaan perpustakaan sangat sedikit. Maka pustakawan perlu mengusahakan agar publisitas dapat diperoleh melalui berbagai bentuk serta keluaran sesuai dengan kemampuan keuangan.
Materi dalam artikel ini antara lain:

  1. Tujuan Promosi Perpustakaan
  2. Pentingnya Promosi Bagi Perpustakaan
  3. Model Sistem Komunikasi dalam Promosi
  4. Strategi Promosi Perpustakaan
  5. Kendala Pemasaran Dan Promosi Layanan Perpustakaan
  6. Merencanakan Strategi Pemasaran Dan Promosi Perpustakaan 
 


    Bookmark and Share

    Read More..

    Contoh Proposal Pameran Media Pembelajaran, Buku Dan Software Pembelajaran

    03 Oktober 2009

    oleh : Yudha Alfian Haqqi
    berikut ini adalah contoh proposal untuk kegiatan pameran pendidikan yang disusun untuk memenuhi tugas makakuliah Manajemen Pameran. Proposal disusun lengkap dengan format standar sebuah proposal. semoga proposal berikut bisa menjadi contoh walaupun pengerjaanya masih kurang sempurna.




    Bookmark and Share

    Read More..

    Pengaruh Strategi Penyajian Contoh-noncontoh, Contoh, dan Buku Teks terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS SD

    Oleh: Yudha Alfian Haqqi


    Berikut ini contoh proposal penelitian yang ditulis oleh Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Pd yang berjudul Pengaruh Strategi Penyajian Contoh-noncontoh, Contoh, dan Buku Teks terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS SD. Proposal ini dilengkapi Latar Belakang Masalah, Masalah Penelitian, Tujuan Penelitian, Hipotesis Penelitian, Pentingnya Penelitian, Kajian Pustaka, Metodologi Penelitian, Daftar Pustaka. 




    Bookmark and Share

    Read More..

    Pendekatan Belajar Kooperatif


    oleh :Nurul Zaenab, dkk

    Pembelajaran kooperatif mempunyai nilai penting sebagai salah satu pendekatan dalam proses belajar namun selain itu pembelajaran ini juga dapat membentuk aspek lainnya antara lain dapat menjadikan siswa menjadi tenggang rasa, mau menerima pendapat orang lain, menghargai orang lain dan masih banyak lagi nilai pentingnya. Peran guru dalam pembelajaran kooperatif menjadi sederhana tetapi dituntut untuk lebih aktif dan kreatif dalam kegiatan kelompok belajar. Dalam pelaksanaanya terdapat empat metode pembelajaran kooperatif yaitu: (a)metode STAD, (b) metode jigsaw, (c) metode GI, (d) metode struktural.




    Bookmark and Share

    Read More..

    Jual Beli Ijazah Instan, Bukti Rendahnya Moralitas Perguruan Tinggi

    01 Oktober 2009

    Dunia pendidikan Indonesia kembali tercoreng. Kali ini kasus jual beli ijazah (S-1, S-2, S-3) terkuak. Gelar akademik dulu terlihat berwibawa, menunjukkan status sosial tertentu bagi pemiliknya, kini dengan mudah dapat dimiliki siapa saja asalkan memiliki uang.

    Gelar kesarjanaan merupakan gelar yang memiliki implikasi tanggung jawab akademik. Seseorang yang menyandang gelar tersebut mendapat kewenangan melaksanakan tugas keilmuan sesuai dengan gelar yang disandangnya, sebagaimana tercantum dalam ijazah kesarjanaan berbunyi “ ijazah ini diserahkan … dan kepadanya dilimpahkan segala wewenang dan hak yang berhubungan dengan ijazah yang dimilikinya”. Artinya seorang sarjana tertentu memiliki wewenang, tanggungjawab, hak menyelesaikan masalah-masalah tertentu sesuai dengan gelar kesarjanaannya. Sebagai contoh seorang sarjana pendidikan memiliki wewenang mengajar, memiliki tanggung jawab atas hasil pengajaranya, dan memperoleh hak dari kegiatan mengajarnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Seorang sarjana pertanian memiliki wewenang menyelesaikan masalah-masalah pertanian dan bertanggung jawab atas masalah-masalah yang menjadi wewenangnya serta dapat memperoleh hak sesuai dengan pekerjaannya dan lain sebagainya.

    Selain itu, gelar akademik diserahkan kepada pemegangnya jika yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh pergurua tinggi tertentu. Dalam hal ini, perguruan tinggi memiliki wewenang untuk mengatur persyaratan tersebut sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

    Pemerintah telah menerbitkan peraturan standar nasional pendidikan antara lain berisi standar isi, proses, kompetensi lulusan, tanaga kependidikan, sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan.

    Yang dimaksud standar isi adalah kurikulum apa yang digunakan jenjang pendidikan tertentu. Perguruan tinggi diberikan hak untuk mengatur kurikulum tersebut, tetapi pada dasarnya semua perguruan tinggi memiliki aturan yang hampir sama yaitu seorang mahasiswa dianggap lulus dan mendapat gelar sarjana jika yang bersangkutan telah menyelesaikan beban belajar tertentu. Misalnya seorang sarjana S-1 wajib menyelesaikan minimal 140 sistem kridit semester (SKS) dalam waktu 7 samapai 8 semester dan lain sebagainya.

    Dalam standar proses jenjang pendidikan tertentu termasuk di dalamnya perguruan tinggi wajib melaksanakan proses pembelajaran kepada peserta didik dengan cara dan metode tertentu. Hal ini dimaksudkan peserta didik dinyatakan memenuhi kualifikasi tertentu jika yang bersangkutan telah melalui proses tersebut. Dalam memenuhi kualifikasi tertentu, seorang peserta didik termasuk mahasiswa wajib lulus atau menyelesaikan standar kompetensi lulusan melalui serangkaian penilaian yang disebut sebagai standar penilaian.

    Untuk mencapai hal itu seorang mahasiswa tidak dengan mudah mempelorehnya, butuh waktu, tenaga, pikiran dan dana.

    Aturan atau standar tertentu tersebut dibuat agar mahasiswa tersebut memliki pengetahuan dan ketrampilan yang standar atau dalam kata lain mahasiswa tersebut memiliki kualifikasi dibidangnya. Hal ini sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan sesuai dengan UUSPN No. 20 tahun 2003 bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapaban bangsa yang bermaratabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berwatak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

    Perguruan tinggi atau oknum perguruan tinggi atau oknum pengelola perguruan tinggi yang melakukan transaksi jual beli ijazah instant berarti telah menodai peraturan pemerintah tentang satandar nasional pendidikan. Sebab ijazah instant dapat diperoleh sesuai dengan namanya ‘instant’.

    Berdasarkan penelusuran Jawa Pos, ijazah instant dapat diperoleh dengan mudah. Biayanya relatif lebih murah dibandingkan dengan kuliah, waktu pembuatanya sangat singkat, indeks prestasinya dapat diatur berdasarkan kesepakatan, jurusannya pun dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.

    Selain telah melanggar peraturan pemerintah oknum tersebut telah monodai tujuan hakiki pendidikan. Pendidikan yang seharusnya mencetak generasi berilmu pengetahuan, berubah menjadi mencetak generasi yang berijazah tanpa bekal pengetahuan. Pendidikan yang seharusnya mencetak generasi yang cakap, mandiri dan kreatif, berubah menjadi mencetak generasi yang tergantung kepada ijazah yang dimiliki. Pendidikan yang seharusnya mencetak generasi yang berakhlak serta bertanggung jawab berubah menjadi mencetak warga Negara yang tidak bertanggung jawab dan melanggar hukum. Bagaimana mungkin pendidikan mampu mencetak generasi yang berakhak mulia sedang proses mencari sertifikan atau ijazah pendidikan dilakukan dengan cara-cara yang tidak berakhlak.

    Perguruan tinggi atau oknum perguruan tinggi atau oknum pengelola perguruan tinggi yang melakukan transaksi jual beli ijazah instant juga telah menodai

    ribuan masyarakat yang kuliah dengan sungguh-sungguh sesuai dengan prosedur dan proses yang berlaku. Mereka seharusnya mendapat kesempatan untuk duduk di tempat sesuai dengan prestasinya, akan tetapi sebelum sempat menyelesaikan pendidikannnya tempat tersebut telah diduduki orang lain yang kuliah tidak sesuai dengan prosedur dan proses yang seharusnya.

    Perguruan tinggi atau oknum perguruan tinggi atau oknum pengelola perguruan tinggi yang melakukan transaksi jual beli ijazah instant juga telah membohongi publik.

    Selain itu, sarjana yang bermakna ‘orang pandai, orang yang berpengatahuan’ semestinya menjadi teladan di masyarakat di mana ia bertempat tinggal. Jika saja ia mendapatkan gelar tersebut tanpa duduk di bangku kuliah, bisakah ia mendapatkan ilmu pengetahuan, bisakah mereka menjadi teladan bagi masyarakat di sekitarya?

    Perguruan tinggi atau oknum perguruan tinggi atau oknum pengelola perguruan tinggi yang melakukan transaksi jual beli ijazah instant telah menjadi bukti redahnya moralitas perguruan tinggi.


    Read More..

    Teknologi Pendidikan .NET - Informasi Teknologi Pendidikan

    Join Vinefire!